Dauroh Ilmiyah Syar'iyah Ke 2 - Syeikh Dr. Kholid Bin Abdul Karim Az-Zaid حفظه الله تعالى
Admin AQJ
Tim Redaksi Pesantren AQJ
Kajian Dauroh Ilmiyah Syar’iyah bersama Syeikh Dr. Kholid Bin Abdul Karim Az-Zaid membahas keutamaan majelis ilmu serta tadabbur mendalam terhadap kisah Ashabul Kahfi dalam Surah Al-Kahfi.
Di awal kajian, Syeikh mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam menuntut ilmu, yaitu semata-mata mengharap pahala dari Allah ﷻ. Majelis ilmu disebut sebagai majelis yang penuh keberkahan: diturunkan ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi malaikat, dan disebut oleh Allah di hadapan makhluk-Nya.
Kajian ini dibuat interaktif, di mana para santri diajak aktif berdialog, menjawab pertanyaan, serta merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an bersama. Bahkan disediakan hadiah bagi yang berpartisipasi, sebagai bentuk motivasi dalam menuntut ilmu.
Keutamaan Surah Al-Kahfi
Syeikh menjelaskan beberapa keutamaan Surah Al-Kahfi, di antaranya:- Menghafal 10 ayat pertama akan melindungi dari fitnah Dajjal
- Membaca Surah Al-Kahfi di hari Jumat akan menjadi cahaya di antara dua Jumat
- Membiasakan membaca setiap Jumat dapat membantu seseorang menghafalnya secara bertahap
Pelajaran dari Kisah Ashabul Kahfi
Pembahasan utama berfokus pada kisah para pemuda beriman (Ashabul Kahfi) yang diabadikan dalam Al-Qur’an. Mereka adalah pemuda yang menjaga tauhid, meskipun hidup di tengah masyarakat yang menyembah berhala.Karena mempertahankan iman, mereka:
- Meninggalkan kampung halaman dan kenyamanan hidup
- Mengasingkan diri demi menjaga agama
- Berlindung di dalam gua dengan penuh tawakal kepada Allah
“Rabbana aatina min ladunka rahmah, wa hayyi’ lana min amrina rasyada”Doa ini mengandung dua inti penting:
(memohon rahmat dan petunjuk dalam setiap urusan)
- Memohon rahmat langsung dari Allah
- Memohon petunjuk dan kemudahan dalam segala urusan
Keajaiban Kisah
Allah ﷻ kemudian mengabulkan doa mereka dengan cara yang luar biasa:- Mereka ditidurkan selama 300 tahun dan ditambah 9 tahun
- Ini menjadi isyarat perbedaan antara kalender qamariyah (Hijriyah) dan syamsiyah (Masehi)
- Selama itu, generasi yang zalim telah berlalu dan digantikan dengan generasi baru
- Matahari tidak langsung mengenai tubuh mereka
- Gua yang sempit terasa lapang dengan rahmat Allah
Pelajaran Akidah & Kehidupan
Dari kisah ini, terdapat banyak pelajaran penting:- Iman itu bertambah dan berkurang, tergantung ketaatan seseorang
- Siapa yang mendekat kepada Allah, maka Allah akan lebih dekat kepadanya
- Pengorbanan di jalan Allah tidak akan sia-sia, justru dibalas dengan kebaikan yang lebih besar
- Doa adalah inti ibadah, sehingga tidak boleh ditujukan kepada selain Allah
- Pemuda memiliki peluang besar untuk menjadi mulia di sisi Allah jika bersungguh-sungguh dalam iman
Pesan untuk Penuntut Ilmu
Syeikh menekankan bahwa:- Pemuda yang beriman tidak boleh meremehkan dirinya
- Ashabul Kahfi diabadikan bukan karena usia, tapi karena pengorbanan dan keikhlasan
- Siapa yang meninggalkan kenyamanan demi agama (seperti mondok, menghafal Al-Qur’an), maka Allah akan:
- Melapangkan dadanya
- Memudahkan jalannya
- Membukakan pintu-pintu kebaikan
Penutup
Kajian ditutup dengan doa agar para penuntut ilmu:- Diberikan ilmu yang bermanfaat
- Menjadi generasi ulama dan da’i
- Mampu menyebarkan kebaikan di tengah masyarakat
