play_circleVideoPublished
calendar_today24 Maret 2026

Dauroh Ilmiyah Syar'iyah Ke 2 - Syeikh Dr. Kholid Bin Abdul Karim Az-Zaid حفظه الله تعالى

person

Admin AQJ

Tim Redaksi Pesantren AQJ

timer
READ3min
visibility
VIEWS0

Kajian Dauroh Ilmiyah Syar’iyah bersama Syeikh Dr. Kholid Bin Abdul Karim Az-Zaid membahas keutamaan majelis ilmu serta tadabbur mendalam terhadap kisah Ashabul Kahfi dalam Surah Al-Kahfi.

Di awal kajian, Syeikh mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam menuntut ilmu, yaitu semata-mata mengharap pahala dari Allah ﷻ. Majelis ilmu disebut sebagai majelis yang penuh keberkahan: diturunkan ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi malaikat, dan disebut oleh Allah di hadapan makhluk-Nya.

Kajian ini dibuat interaktif, di mana para santri diajak aktif berdialog, menjawab pertanyaan, serta merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an bersama. Bahkan disediakan hadiah bagi yang berpartisipasi, sebagai bentuk motivasi dalam menuntut ilmu.


Keutamaan Surah Al-Kahfi

Syeikh menjelaskan beberapa keutamaan Surah Al-Kahfi, di antaranya:
  • Menghafal 10 ayat pertama akan melindungi dari fitnah Dajjal
  • Membaca Surah Al-Kahfi di hari Jumat akan menjadi cahaya di antara dua Jumat
  • Membiasakan membaca setiap Jumat dapat membantu seseorang menghafalnya secara bertahap

Pelajaran dari Kisah Ashabul Kahfi

Pembahasan utama berfokus pada kisah para pemuda beriman (Ashabul Kahfi) yang diabadikan dalam Al-Qur’an. Mereka adalah pemuda yang menjaga tauhid, meskipun hidup di tengah masyarakat yang menyembah berhala.

Karena mempertahankan iman, mereka:

  • Meninggalkan kampung halaman dan kenyamanan hidup
  • Mengasingkan diri demi menjaga agama
  • Berlindung di dalam gua dengan penuh tawakal kepada Allah
Di dalam gua, mereka berdoa:
“Rabbana aatina min ladunka rahmah, wa hayyi’ lana min amrina rasyada”
(memohon rahmat dan petunjuk dalam setiap urusan)
Doa ini mengandung dua inti penting:
  1. Memohon rahmat langsung dari Allah
  2. Memohon petunjuk dan kemudahan dalam segala urusan

Keajaiban Kisah

Allah ﷻ kemudian mengabulkan doa mereka dengan cara yang luar biasa:
  • Mereka ditidurkan selama 300 tahun dan ditambah 9 tahun
  • Ini menjadi isyarat perbedaan antara kalender qamariyah (Hijriyah) dan syamsiyah (Masehi)
  • Selama itu, generasi yang zalim telah berlalu dan digantikan dengan generasi baru
Bahkan, Allah mengatur alam untuk mereka:
  • Matahari tidak langsung mengenai tubuh mereka
  • Gua yang sempit terasa lapang dengan rahmat Allah

Pelajaran Akidah & Kehidupan

Dari kisah ini, terdapat banyak pelajaran penting:
  • Iman itu bertambah dan berkurang, tergantung ketaatan seseorang
  • Siapa yang mendekat kepada Allah, maka Allah akan lebih dekat kepadanya
  • Pengorbanan di jalan Allah tidak akan sia-sia, justru dibalas dengan kebaikan yang lebih besar
  • Doa adalah inti ibadah, sehingga tidak boleh ditujukan kepada selain Allah
  • Pemuda memiliki peluang besar untuk menjadi mulia di sisi Allah jika bersungguh-sungguh dalam iman

Pesan untuk Penuntut Ilmu

Syeikh menekankan bahwa:
  • Pemuda yang beriman tidak boleh meremehkan dirinya
  • Ashabul Kahfi diabadikan bukan karena usia, tapi karena pengorbanan dan keikhlasan
  • Siapa yang meninggalkan kenyamanan demi agama (seperti mondok, menghafal Al-Qur’an), maka Allah akan:
    • Melapangkan dadanya
    • Memudahkan jalannya
    • Membukakan pintu-pintu kebaikan
Bahkan, jika diperlukan, Allah mampu menundukkan alam untuk hamba-Nya yang taat.

Penutup

Kajian ditutup dengan doa agar para penuntut ilmu:
  • Diberikan ilmu yang bermanfaat
  • Menjadi generasi ulama dan da’i
  • Mampu menyebarkan kebaikan di tengah masyarakat
Serta diharapkan bisa meneladani keteguhan iman Ashabul Kahfi, khususnya bagi para santri dalam menuntut ilmu dan menjaga keistiqamahan.
Bagikan Ke: